bawang merah di Buleleng
bawang merah di Buleleng

Produktivitas Bawang Merah di Buleleng Menurun, Pemerintah Cari Solusi untuk Petani

Nomadiqshelters.com – Produktivitas bawang merah di Buleleng menjadi sorotan pemerintah setelah terjadi penurunan hasil panen. Hal ini terungkap saat Kepala Staf Kepresidenan RI, Muhammad Qodari, mengunjungi sentra bawang di Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, untuk melihat langsung kondisi petani dan tantangan yang mereka hadapi.

Read More : Kode Pos Gerokgak Buleleng Bali

Data tahun 2024 mencatat produksi bawang merah Buleleng sekitar 3.292 kuintal, turun 8,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi meskipun luas panen meningkat, sehingga menunjukkan bahwa kenaikan lahan belum diikuti peningkatan hasil produksi.

Penurunan Produktivitas Bawang Merah Jadi Sorotan

Menurut Muhammad Qodari, kondisi tersebut menjadi sinyal adanya persoalan dalam sistem produksi pertanian. Peningkatan luas lahan seharusnya diikuti dengan peningkatan hasil panen. Namun kenyataannya, produktivitas bawang merah Buleleng masih menghadapi berbagai kendala yang memerlukan perhatian bersama.

Dalam dialog bersama petani, berbagai masalah terungkap. Mulai dari biaya produksi yang semakin tinggi, fluktuasi harga bawang merah di pasaran, hingga kesulitan mendapatkan bibit unggul. Selain itu, tantangan pascapanen seperti distribusi hasil panen dan stabilitas harga juga menjadi keluhan utama para petani.

Qodari menegaskan bahwa petani memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas bawang merah Buleleng perlu menjadi prioritas agar pasokan bawang merah tetap stabil di pasar.

Upaya Pemerintah Daerah Meningkatkan Produktivitas

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Buleleng, Gede Melandrat, menyatakan bahwa pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan hasil pertanian di wilayahnya. Ia menjelaskan bahwa Buleleng memiliki karakteristik wilayah yang dikenal dengan istilah nyegara gunung, yaitu bentang wilayah dari pesisir hingga pegunungan yang memiliki potensi besar bagi sektor pertanian.

Untuk meningkatkan produktivitas bawang merah Buleleng, pemerintah daerah melakukan beberapa langkah strategis. Salah satunya adalah memberikan pendampingan teknis kepada petani agar mereka dapat menerapkan metode budidaya yang lebih efektif. Selain itu, pemerintah juga berupaya membuka akses permodalan bagi petani serta mengusulkan bantuan alat pertanian seperti traktor untuk membantu pengolahan lahan.

Baca juga: Politik Denpasar! Dprd Sepakat Ojol Pengangkut Wisatawan Wajib Ktp Domisili Bali, Aturan Baru Kontroversial!

Sentra Bawang Gerokgak Berperan Penting

Sentra pertanian bawang merah di Kecamatan Gerokgak memiliki peran penting dalam mendukung pasokan pangan, tidak hanya untuk wilayah Bali tetapi juga untuk kebutuhan yang lebih luas. Karena itu, pemerintah berharap peningkatan produktivitas bawang merah Buleleng dapat segera terwujud melalui kerja sama antara pemerintah, petani, dan berbagai pihak terkait. Dengan dukungan yang tepat serta perbaikan sistem pertanian, sektor bawang merah di Buleleng diharapkan mampu bangkit kembali dan memberikan kesejahteraan.