pangan Buleleng
pangan Buleleng

Stok Cadangan Pangan Buleleng Tersisa 17 Ton, Pemkab Siapkan Penambahan Beras

Nomadiqshelters.com – Stok cadangan pangan Buleleng berupa beras saat ini tersisa sekitar 17 ton. Pemerintah Kabupaten Buleleng berencana menambah persediaan tersebut, namun pengadaannya masih menunggu ketersediaan anggaran dari APBD.

Read More : Pdam Buleleng

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Buleleng, Gede Melandrat, menjelaskan bahwa sebelumnya stok cadangan beras mencapai sekitar 29 ton. Sebagian telah digunakan untuk membantu masyarakat terdampak bencana alam di Kecamatan Banjar.

Sebagian Stok Digunakan Saat Bencana

Menurut Melandrat, sekitar 11 ton lebih beras cadangan telah disalurkan saat terjadi bencana alam beberapa waktu lalu. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang terdampak.

Setelah penyaluran bantuan tersebut, stok cadangan pangan Buleleng kini tersisa sekitar 17 ton. Jumlah ini masih dianggap cukup untuk kebutuhan darurat sementara, namun pemerintah daerah tetap merencanakan penambahan stok agar cadangan pangan tetap aman.

Pemerintah Kabupaten Buleleng sebenarnya telah merencanakan pengadaan tambahan beras sebanyak sekitar 7 ton pada tahun ini. Akan tetapi, proses pembelian masih menunggu kesiapan anggaran daerah.

Pengadaan Beras Menunggu Ketersediaan Anggaran

DPKPP Buleleng menyebutkan bahwa pengadaan cadangan pangan biasanya dilakukan pada pertengahan tahun, sekitar bulan Juli hingga Agustus. Namun jadwal tersebut sangat bergantung pada kondisi keuangan daerah.

Jika arus kas dari APBD telah tersedia, maka pemerintah akan segera melakukan pembelian beras untuk menambah stok cadangan pangan Buleleng. Secara regulasi, pemerintah daerah sebenarnya dianjurkan memiliki cadangan pangan hingga 50 ton setiap tahun. Namun realisasinya tetap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.

Baca juga: TPS3R Sesetan Diserbu Warga, Sampah Meluber! Ini Fakta & Solusi yang Lagi Disiapin

Kendala Gudang Penyimpanan Beras

Selain persoalan anggaran, tantangan lain dalam pengelolaan stok cadangan pangan Buleleng adalah keterbatasan fasilitas penyimpanan. Saat ini penyimpanan beras cadangan dilakukan melalui kerja sama dengan Perusahaan Daerah (PD) Swatantra.

Namun fasilitas gudang yang tersedia dinilai belum sepenuhnya representatif untuk penyimpanan beras dalam jangka panjang. Untuk menjaga kualitas beras tetap baik, pemerintah daerah juga bekerja sama dengan Rice Milling Unit (RMU) atau unit penggilingan padi.

Kerja sama ini dilakukan agar beras cadangan tetap terjaga kualitasnya dan siap digunakan kapan saja ketika terjadi kondisi darurat. Pemerintah daerah pun berharap ketersediaan stok cadangan pangan Buleleng tetap stabil sehingga dapat menjadi solusi cepat ketika masyarakat membutuhkan bantuan pangan.