nomadiqshelters.com – Kabar gembira nih buat warga Buleleng yang concern sama pelayanan air bersih! Masa jabatan jajaran direksi Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Hita Buleleng sebentar lagi bakal berakhir, tepatnya di Agustus 2026 nanti. Banyak yang bertanya-tanya, apakah nakhoda yang sekarang bakal tetep lanjut atau justru ada penyegaran wajah baru? Yuk, kita bedah bareng-bareng!
Read More : Hanging Restaurant & Bar Kabupaten Buleleng
Bupati Sutjidra Angkat Bicara, Kinerja Masih Oke Banget!
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, akhirnya buka suara terkait isu panas ini. Pasca rapat evaluasi, beliau mengonfirmasi kalau Pemkab Buleleng lagi gercep melakukan pembahasan. Jadi, laporan pertanggungjawaban (LPJ) dan hasil audit dari direksi saat ini udah beres dan lagi dalam tahap evaluasi akhir.
“Direksi yang sekarang sudah bikin laporan lengkap berikut auditnya. Kita sudah rapatkan sebagai kuasa pemilik modal. Sekarang tinggal tahap finalisasi, nanti bakal diputuskan apakah ada yang lanjut atau harus ada pergantian,” ujar Sutjidra pada Kamis, 9 Juli 2026.
Peluang Direksi Lama Bertahan, Masih Terbuka Lebar!
Buat kalian yang nanya, “Masih bisa lanjut nggak nih direksi yang sekarang?”, jawabannya: Peluang itu masih ada banget! Bahkan, Bupati Sutjidra secara blak-blakan bilang kalau performa jajaran direksi saat ini masih sangat memuaskan alias top notch.
Sesuai aturan main alias regulasi yang berlaku buat Perumda, seorang direktur punya kesempatan buat perpanjangan masa jabatan kalau dia punya track record yang kece dan bersih dari pelanggaran. Hal ini berlaku juga buat sang Direktur Perumda Tirta Hita, I Made Lestariana.
“Kalau ngikutin aturan Perumda, beliau ini baru menjabat dua kali. Jadi, ada klausul yang bilang kalau direksinya berprestasi, nggak melanggar aturan, plus punya prestasi luar biasa, ya bisa banget kita pertimbangkan buat perpanjangan satu kali lagi,” jelas Sutjidra.
Mengapa Kinerja Mereka Layak Diacungi Jempol?
Bukan asal ngomong, ada beberapa alasan konkret kenapa kinerja direksi saat ini dinilai “sultan” dan punya rapor biru:
1. Gelar WTP & Keuangan Sehat
Perusahaan berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Ini bukti kalau transparansi dan akuntabilitas keuangan perusahaan sangat terjaga. Dompet perusahaan pun dinyatakan sehat walafiat!
2. Borong Penghargaan
Prestasi bukan kaleng-kaleng, Perumda Tirta Hita berhasil menyabet penghargaan Top BUMD selama lima tahun berturut-turut. Gila banget, kan? Ini jadi bukti kalau manajemen mereka diakui secara nasional.
3. Inovasi Tekan Kebocoran
Masalah klasik PDAM, yaitu kebocoran air, pelan tapi pasti terus ditekan oleh tim. Efisiensi operasional pun terus ditingkatkan biar pelayanan ke masyarakat makin maksimal.
4. Cuan Buat Daerah
Berkat efisiensi yang ketat, perusahaan mampu memberikan kontribusi laba yang konsisten, bahkan angkanya terus meningkat buat pendapatan APBD Kabupaten Buleleng.
“Penghargaan banyak sekali, Top BUMD lima kali beruntun. Dari segi teknis, angka kebocoran air juga sudah mulai ditekan. Efisiensi terus dijalankan, sehingga profit untuk daerah pun makin meningkat,” tambah Sutjidra dengan nada bangga.
Harapan ke Depan, Pelayanan Air Harus Makin “Sat-Set”
Tentu saja, warga Buleleng berharap siapa pun yang nantinya memimpin Perumda Tirta Hita, komitmen untuk memberikan layanan air bersih yang lancar, jernih, dan anti-mampet tetap jadi prioritas utama. Krisis air yang sering jadi momok di beberapa wilayah harus terus diantisipasi dengan terobosan baru.
Kita tunggu saja keputusan final dari Pemkab Buleleng dalam beberapa waktu ke depan. Apakah wajah lama akan kembali mengabdi, atau ada nakhoda baru yang membawa angin segar bagi pelayanan publik di Bumi Panji Sakti? Yang jelas, semoga yang terpilih nanti adalah orang yang benar-benar berkompeten demi kenyamanan kita semua!
Tetap pantau terus update beritanya, ya. Jangan sampai ketinggalan informasi yang menyangkut hajat hidup orang banyak ini!
