nomadiqshelters.com – Kabar gembira nih buat para pejuang pangan di Buleleng! Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng baru aja bikin gebrakan keren buat ngebantu para petani kita. Bayangin, ada 30 subak di Buleleng yang dapet bantuan sarana dan prasarana pertanian senilai total Rp3,6 miliar lebih. Bantuan ini diserahin langsung sama Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, di Rumah Jabatan Bupati, Rabu (8/7/2026).
Read More : Peta Kabupaten Buleleng
Langkah ini bener-bener jadi bukti nyata kalau pemerintah nggak main-main soal urusan perut rakyat dan penguatan ketahanan pangan daerah. Jadi, nggak cuma sekadar janji manis, tapi aksi nyata yang langsung kerasa manfaatnya buat infrastruktur irigasi di lapangan.
Fokus Utama, Irigasi Lancar, Panen Makin Gacor!
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKPP) Buleleng, Gede Melandrat, bocorin detail soal bantuan ini. Jadi, bantuan tahap kedua ini emang ditujuin buat subak-subak yang masuk zona Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) atau Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B).
Masing-masing Subak di Buleleng dapet dana segar mulai dari Rp100 juta sampai Rp135 juta. Angka yang fantastis, kan? Nah, dana segede itu nggak bakal dipake buat foya-foya ya, melainkan fokus total buat infrastruktur pengairan, di antaranya:
1. Pembangunan & Perbaikan
Mulai dari saluran irigasi tersier sampai sekunder, semuanya dibenerin biar air ngalir lancar jaya ke sawah-sawah.
2. Drainase
Biar nggak banjir pas musim hujan dan nggak kering kerontang pas musim kemarau.
3. Perpompaan dan Sumur Bor
Ini nih yang paling ditunggu buat wilayah-wilayah yang debit airnya mulai ngadat atau turun. Jadi, petani nggak perlu pusing lagi soal stok air!
Intinya, Melandrat bilang kalau tujuan utamanya adalah menjaga keberlanjutan lahan pertanian biar produktivitasnya makin meningkat. Kalau airnya lancar, ya otomatis hasil panen pun makin maksimal, dong.
Komitmen Bupati, Petani Sejahtera, Buleleng Makin Jaya
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, pas kasih sambutan juga nggak kalah semangat. Beliau tegasin kalau sektor pertanian itu harga mati dan jadi prioritas pembangunan daerah. Nggak cuma dari dana APBN pusat, tapi Pemkab Buleleng juga all-out kasih dukungan.
“Kalau ditotal semua bantuan pusat dan daerah, angkanya udah nyampe belasan miliar rupiah. Kita pengen petani kita sejahtera dan ketahanan pangan di Buleleng tetep terjaga,” kata Pak Bupati penuh optimisme.
Ada beberapa program andalan yang lagi digeber Pemkab Buleleng buat para petani, seperti:
1. Insentif bagi Subak
Sebagai bentuk apresiasi buat kearifan lokal yang jadi tulang punggung pertanian kita.
2. Rehabilitasi Jaringan Irigasi
Memperbaiki yang rusak biar sistem distribusi air kembali normal.
3. Pembangunan Jalan Usaha Tani
Biar distribusi hasil panen makin gampang dan cepet.
Baca juga: Keuangan Daerah! Koster Minta Bpd Bali Jadi Bank Kebanggaan Krama, Perkuat Sdm Dan Sistem It!
Strategi Jitu, Bebas Pajak Biar Lahan Gak Hilang
Nah, ini nih yang paling ditunggu-tunggu sama para pemilik lahan. Pak Sutjidra juga lagi mati-matian ngelobi Pemerintah Provinsi Bali biar lahan sawah yang masuk kawasan LP2B bisa dapet pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Tujuannya? Simpel banget! Biar petani nggak tergoda buat alih fungsi lahan jadi perumahan atau ruko-ruko komersial. Dengan insentif pajak ini, diharapkan petani bisa lebih enjoy dan tenang buat tetep mempertahankan sawahnya. Jadi, warisan budaya subak tetap lestari dan produksi padi Buleleng tetep aman.
Dengan infrastruktur yang makin canggih dan dukungan kebijakan yang pro-petani, masa depan pertanian di Buleleng makin kelihatan cerah, kan? Semoga dengan bantuan Rp3,6 miliar ini, produktivitas petani kita makin ngebut dan kesejahteraan mereka makin meningkat. Maju terus pertanian Buleleng!
