Nomadiqshelters.com – Kasus dugaan kekerasan dan persetubuhan di salah satu panti asuhan di Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan, lagi jadi perhatian serius. DPRD Buleleng akhirnya buka suara dan nggak main-main dalam menanggapi kejadian ini. Lewat Komisi IV, mereka minta aparat penegak hukum buat kerja profesional, transparan, dan nggak setengah-setengah. Intinya, kasus ini harus diusut sampai tuntas, bukan cuma di permukaan aja.
Read More : Kejari Serahkan Legal Opinion Soal Bukit Ser Pemuteran — Perlindungan Perdata Dan Kriminal?
Ketua Komisi IV DPRD Buleleng, Nyoman Sukarmen, juga nggak bisa nutup rasa kecewanya. Menurutnya, kejadian ini bukan cuma sekadar kasus biasa, tapi sudah jadi tamparan keras. Soalnya, yang diduga jadi pelaku justru orang yang seharusnya jadi pelindung anak-anak di panti. “Ini jelas memprihatinkan. Harusnya mereka jadi tempat anak-anak merasa aman, bukan malah sebaliknya,” tegasnya.
Pengawasan Lemah, Jadi PR Besar
Lebih lanjut, Sukarmen menyoroti kalau masalah ini nggak bisa dilihat sebagai ulah satu orang saja. Ada dugaan kuat ini berkaitan dengan lemahnya sistem pengawasan. Makanya, DPRD mendorong pemerintah daerah buat lebih ketat dalam proses perizinan dan operasional panti asuhan. Jangan sampai ada lembaga yang jalan tanpa kontrol yang jelas.Menurutnya, pengurus panti punya tanggung jawab besar, bukan cuma secara moral tapi juga hukum. Mereka wajib melindungi anak-anak yang memang berada dalam kondisi rentan.
Baca juga: Pelatihan Foto & Video Produk Umkm Oleh Plut Dorong Pemasaran Digital Kreatif
Minta Hukuman Tegas dan Pemulihan Korban
DPRD Buleleng juga tegas soal hukuman. Mereka minta pelaku dihukum seberat-beratnya biar ada efek jera. Kasus kayak gini, kata mereka, nggak boleh dianggap hal biasa. Nggak cuma itu, perhatian juga harus diberikan ke korban. DPRD menekankan pentingnya pemulihan secara menyeluruh, mulai dari pendampingan psikologis, layanan kesehatan, sampai jaminan pendidikan mereka ke depan. Langkah ini penting banget supaya korban bisa bangkit dan tetap punya masa depan yang jelas.
Di sisi lain, DPRD juga mendesak adanya audit dan evaluasi total terhadap semua panti asuhan di Buleleng. Tujuannya simpel: memastikan tempat-tempat itu benar-benar aman dan layak untuk anak-anak.kasus ini jadi pengingat keras buat semua pihak. Perlindungan anak itu bukan cuma slogan, tapi harus benar-benar dijalankan dengan serius. Jangan sampai kejadian serupa terulang lagi di kemudian hari.

