pilah
pilah

Buleleng Gaspol Atur Sampah, Mulai Mei, Wajib Pilah dari Rumah!

Nomadiqshelters.com – Mulai 1 Mei 2026, warga Buleleng harus siap ubah kebiasaan. Nggak bisa lagi buang sampah campur-campur kayak dulu. Pemerintah Kabupaten Buleleng resmi menerapkan aturan baru: semua sampah wajib di pilah dari rumah. Kalau masih dicampur? Siap-siap aja nggak diangkut.

Read More : Bonus Atlet Porprov Bali 2025 Bakal Capai Rp 60 Juta, Buleleng Siap Pecahkan Rekor!

TPA Bengkala Nggak Terima Semua Sampah Lagi

Kebijakan ini bukan tanpa alasan. Kondisi TPA Bengkala sekarang sudah overload. Setiap hari, sampah yang masuk bisa tembus sekitar 450 meter kubik. Parahnya lagi, sistem yang dipakai masih open dumping alias dibuang terbuka. Mulai Mei nanti, TPA Bengkala cuma bakal menerima sampah residu, alias sampah sisa yang memang sudah nggak bisa diolah lagi. Jadi, sampah organik seperti sisa makanan atau daun nggak boleh masuk ke sana.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, bilang kalau perubahan ini sudah nggak bisa ditunda. Apalagi, isu sampah sekarang jadi perhatian serius secara nasional. Bahkan, pemerintah pusat menargetkan masalah sampah bisa tertangani dalam tiga tahun ke depan.

Sistem Baru,  Pilah Sampah dari Rumah

Nah, inti dari aturan ini ada di satu hal: pemilahan sampah dari sumbernya, yaitu rumah tangga. Jadi nanti, warga harus pisahkan:

  • Sampah organik (sisa makanan, daun, dll)
  • Sampah non-organik (plastik, botol, dll)
  • Sampah residu (yang nggak bisa diolah lagi)

Pengangkutan sampah juga bakal disesuaikan. Misalnya, sampah organik diangkut di tanggal ganjil, sementara non-organik di tanggal genap. Jadi, semuanya sudah lebih tertata. Pemerintah juga lagi gencar sosialisasi, baik offline maupun online. Mulai dari pejabat daerah sampai kepala desa diminta jadi contoh langsung di lingkungan masing-masing.

Baca juga: Politik Denpasar! Dprd Sepakat Ojol Pengangkut Wisatawan Wajib Ktp Domisili Bali, Aturan Baru Kontroversial!

Nggak Patuh? Siap Kena Sanksi

Aturan ini bukan sekadar imbauan. Kalau masih bandel buang sampah tanpa dipilah, konsekuensinya jelas. Sampah nggak akan diangkut. Bahkan, bisa kena sanksi administratif sampai tindakan lebih lanjut. Jadi, mau nggak mau, warga harus mulai disiplin dari sekarang. Selain itu, pemerintah juga mendorong pengolahan sampah organik secara mandiri, memperkuat TPS3R dan bank sampah, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Harapannya,  Sampah Jadi Berkah, Bukan Masalah

Dengan sistem baru ini, Buleleng nggak cuma pengen bersih. Lebih dari itu, sampah diharapkan bisa punya nilai ekonomi. Misalnya, sampah organik diolah jadi kompos. Sampah plastik bisa didaur ulang atau ditabung di bank sampah. Jadi, bukan cuma dibuang, tapi juga dimanfaatkan. Target besarnya? Mengubah sistem TPA dari open dumping ke controlled landfill atau sanitary landfill yang lebih ramah lingkungan. Intinya simpel,  mulai sekarang, urusan sampah bukan cuma tanggung jawab pemerintah, tapi juga kita semua. Jadi, yuk mulai pilah sampah dari rumah. Nggak susah kok, asal dibiasakan.