Nomadiqshelters.com – Gabung ke dunia advokat itu nggak cuma soal pintar ngomong di sidang. Ada etika, aturan, sampai tanggung jawab besar yang harus dijaga. Nah, itu yang lagi ditekankan oleh DPC PERADI Singaraja lewat kegiatan pembekalan untuk anggota barunya. Acara ini jadi langkah awal biar para advokat muda nggak “kaget” pas terjun langsung di dunia hukum yang penuh dinamika.
Read More : Buleleng Daerah Mana
20 Advokat Baru Dapat Arahan Langsung dari Pengurus
Sebanyak 20 anggota baru resmi bergabung dan langsung dapat pembekalan khusus. Ketua DPC PERADI Singaraja, Kadek Doni Riana, turun langsung ngenalin jajaran pengurus yang hadir. Mulai dari dewan penasehat, sekretaris, bendahara, sampai para wakil ketua dan juga Ketua PBH. Nggak cuma itu, organisasi sayap seperti YLC juga ikut diperkenalkan. Tujuannya simpel, biar anggota baru ngerti struktur organisasi dan tahu harus ke mana kalau butuh koordinasi.
Doni juga ngingetin satu hal penting: advokat itu harus pegang teguh etika. Profesi ini diatur jelas dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat. Jadi, bukan sekadar kerja, tapi juga soal integritas.
Nggak Cuma Teori, Tapi Juga Mental dan Solidaritas
Dalam pembekalan ini, para anggota baru juga diajak memahami gimana cara bersikap profesional. Nggak cuma saat beracara di pengadilan, tapi juga saat mendampingi klien sehari-hari.Doni menegaskan, soliditas organisasi juga penting. Soalnya, dunia advokat itu penuh tantangan. Kalau nggak kompak, bisa gampang goyah. “Dalam satu wadah ini, kita harus tetap solid menghadapi dinamika yang ada,” kira-kira begitu pesan yang disampaikan.
Sejarah PERADI dan Konsep Single Bar Ikut Dibahas
Sekretaris DPC PERADI Singaraja, I Made Suwinaya, juga nggak mau ketinggalan. Ia ngasih materi soal sejarah berdirinya PERADI. Ia menjelaskan konsep single bar, di mana PERADI jadi satu-satunya organisasi advokat yang diakui sesuai amanat undang-undang. Organisasi ini sendiri terbentuk dari peleburan tujuh organisasi advokat. Selain itu, Suwinaya juga cerita sedikit soal perjalanan DPC PERADI Singaraja yang sudah berdiri sejak 2018.
Baca juga: Prestasi Besar! Bali Borong Empat Penghargaan Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025 Dari Kemenbud!
Program Nyata dari PBH dan YLC
Menariknya, pembekalan ini nggak cuma teori. PBH PERADI Singaraja dan YLC juga ikut memaparkan program mereka.PBH fokus pada bantuan hukum ke masyarakat, terutama yang membutuhkan. Sementara YLC lebih ke pengembangan advokat muda, biar makin siap menghadapi dunia profesional. Dengan adanya program ini, anggota baru diharapkan bisa langsung terlibat dan nggak cuma jadi “penonton”.
Pembekalan ini jadi momen penting buat advokat baru di Singaraja. Bukan cuma soal kenalan atau formalitas, tapi benar-benar jadi fondasi awal dalam menjalankan profesi. Harapannya, para anggota baru ini bisa jadi advokat yang nggak cuma cerdas, tapi juga beretika dan punya komitmen kuat dalam menegakkan hukum. Karena di dunia ini, yang dibutuhkan bukan cuma pintar, tapi juga bisa dipercaya.

