DBD
DBD

Balita di Buleleng Meninggal Karena DBD, Warga Diminta Waspada!

Nomadiqshelters.com – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kelurahan Banyuning, Buleleng, lagi jadi sorotan. Bukan tanpa alasan, seorang balita usia 4 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah dinyatakan positif DBD. Kejadian ini jelas bikin warga sekitar ikut khawatir. Sekretaris Komisi IV DPRD Buleleng, Nyoman Dhukajaya, langsung angkat suara. Ia minta pemerintah daerah gak setengah-setengah dalam menangani kasus ini. Menurutnya, langkah pencegahan harus diperkuat supaya kasus DBD gak makin meluas.

Read More : Kode Pos Baktiseraga Buleleng

โ€œJangan sampai berkembang jadi wabah,โ€ tegasnya saat melayat ke rumah duka.Ia juga  mendorong pihak puskesmas buat lebih aktif, terutama dalam memetakan wilayah yang rawan penyebaran DBD. Jadi, penanganannya bisa lebih cepat dan tepat sasaran. Intinya, kejadian serupa jangan sampai terulang lagi.

Kronologi Singkat, Dari Demam Sampai Kondisi Drop

Orangtua korban, Gede Andy Pradnyana, menceritakan awal mula kondisi anaknya. Semuanya bermula dari demam biasa yang muncul pada Kamis (2/4). Awalnya, gak ada yang terlalu mencurigakan. Keesokan harinya, anaknya dibawa ke IGD salah satu rumah sakit. Sempat dapat penanganan, tapi kondisinya dianggap belum terlalu parah, jadi diperbolehkan pulang. Sayangnya, kondisi sang anak gak kunjung membaik. Pada Sabtu (4/4), keluarga akhirnya memutuskan untuk melakukan tes darah di laboratorium. Dari situlah mulai terdeteksi kalau gejalanya mengarah ke DBD.

Masuk hari Senin (6/4), kondisi anak semakin menurun drastis. Ia langsung dipindahkan ke ruang ICU dan harus mendapat bantuan oksigen. Yang bikin makin mengkhawatirkan, jumlah trombositnya turun tajam, dari 60.000 mcl jadi 30.000 mcl keesokan harinya. Penurunan trombosit ini memang jadi salah satu tanda bahaya pada pasien DBD. Kalau gak cepat ditangani, risikonya bisa fatal.

Pentingnya Waspada dan Gerak Cepat

Kasus ini jadi pengingat buat semua pihak. DBD bukan penyakit sepele. Sekali lengah, dampaknya bisa sangat serius, apalagi buat anak-anak. Pemerintah diminta lebih sigap, tapi masyarakat juga harus ikut andil. Mulai dari hal simpel seperti menjaga kebersihan lingkungan, menguras tempat penampungan air, sampai memastikan gak ada genangan yang jadi sarang nyamuk. Kalau muncul gejala seperti demam tinggi mendadak, lemas, atau bintik merah di kulit, jangan ditunda. Langsung periksa ke fasilitas kesehatan terdekat. Intinya, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Jangan sampai kasus ini jadi awal dari masalah yang lebih besar.