Longsor di Desa Gitgit
Longsor di Desa Gitgit

Longsor di Desa Gitgit Buleleng Isolasi 27 KK, Akses Jalan Warga Tertutup Material Tanah

Nomadiqshelters.com – Longsor di Desa Gitgit Buleleng membuat 27 kepala keluarga di Banjar Dinas Pererenan Bunut, Kecamatan Sukasada, terisolir setelah material tanah menutup akses jalan setapak warga. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 8 April 2026 sekitar pukul 16.00 Wita saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Perbekel Gitgit, I Putu Arcana, mengatakan longsor terjadi di kebun milik warga Nyoman Kayun (63) yang memiliki kemiringan lahan sekitar 45 derajat.

Read More : Harga Tanah 1 Are Di Buleleng

Akses Jalan Tertutup Material Longsor

Material tanah longsor dengan panjang sekitar 70 meter menutup jalan setapak yang selama ini menjadi akses utama warga menuju permukiman. Akibatnya, warga di tempekan Yeh Muncrat tidak dapat keluar dari wilayah tersebut.

Situasi ini juga berdampak pada aktivitas sehari-hari masyarakat. Beberapa anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar dan menengah bahkan tidak dapat pergi ke sekolah karena jalur yang biasa dilalui tertutup material longsor.

Melihat kondisi tersebut, warga setempat langsung melakukan gotong royong untuk membersihkan material longsor yang menutup jalan. Namun proses evakuasi sempat dihentikan pada pukul 18.00 Wita karena cuaca masih hujan dan dikhawatirkan terjadi longsor susulan.

Proses Evakuasi Libatkan Tim Gabungan

Upaya pembersihan material longsor di Desa Gitgit Buleleng kembali dilanjutkan pada keesokan harinya dengan melibatkan berbagai pihak. Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari staf kecamatan, relawan desa, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta masyarakat sekitar.

Hingga siang hari, progres pembersihan material longsor diperkirakan telah mencapai sekitar 60 persen. Namun proses evakuasi masih menghadapi kendala karena banyak pohon besar yang ikut terbawa longsor.

Selain itu, lokasi longsor hanya dapat diakses melalui jalan setapak sehingga alat berat tidak dapat digunakan. Seluruh proses pembersihan harus dilakukan secara manual oleh para relawan dan warga.

Baca juga: Pelatihan Foto & Video Produk Umkm Oleh Plut Dorong Pemasaran Digital Kreatif

Kerusakan Kebun dan Kerugian Capai Rp100 Juta

Selain memutus akses jalan, longsor Desa Gitgit Buleleng juga menyebabkan kerusakan pada kebun milik warga. Luas kebun yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 30 are dengan berbagai tanaman produktif seperti cengkih, enau, manggis, dan durian.

Tidak hanya tanaman, beberapa bangunan di area kebun juga mengalami kerusakan. Pelinggih, bale bengong, serta kolam ikan milik pemilik kebun dilaporkan ikut rusak akibat material longsor yang menimpa area tersebut.

Berdasarkan hasil pendataan awal dari BPBD, total kerugian akibat longsor diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta. Hingga kini, upaya pembukaan akses jalan masih terus dilakukan agar aktivitas warga di wilayah tersebut dapat kembali normal.