Kasus DBD
Kasus DBD

Kasus DBD Buleleng Meningkat, DPRD Minta Pemerintah Perkuat Pencegahan

Nomadiqshelters.com – Kasus DBD Buleleng kembali menjadi perhatian setelah jumlah penderita meningkat dan menelan korban jiwa. Penyakit demam berdarah dengue yang sering muncul saat musim pancaroba ini dinilai perlu penanganan lebih serius.

Read More : Tv Digital Bali Utara Tambah 12 Channel Baru Dari Turyapada Tower

Sekretaris Komisi IV DPRD Buleleng, Nyoman Dhukajaya, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Kadek Giara Dwitya Pradyanti (4), warga Kelurahan Banyuning, yang meninggal akibat komplikasi DBD. Ia berharap kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyakit tersebut.

Faktor Lingkungan Jadi Pemicu Penyebaran

Menurut Dhukajaya, kasus DBD Buleleng sangat berkaitan dengan kondisi lingkungan masyarakat. Faktor seperti sanitasi yang kurang baik, penumpukan sampah, hingga kepadatan penduduk dapat mempercepat berkembangnya nyamuk Aedes aegypti sebagai penyebab utama penyakit ini.

Ia menilai wilayah padat penduduk seperti Kelurahan Banyuning perlu mendapat perhatian lebih karena sering mencatat kasus demam berdarah setiap tahun. Selain faktor lingkungan, Dhukajaya juga menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat terhadap gejala awal penyakit DBD. Banyak warga yang menganggap demam selama beberapa hari sebagai penyakit biasa, padahal bisa menjadi tanda awal infeksi yang berbahaya.

Pemerintah Diminta Perkuat Pencegahan

Melihat kondisi tersebut, DPRD mendorong Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Kesehatan dan puskesmas untuk memperkuat upaya pencegahan. Beberapa langkah yang dinilai penting antara lain pemberantasan sarang nyamuk (PSN), fogging saat ditemukan kasus, serta edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya DBD.

Dhukajaya menegaskan bahwa pemetaan wilayah rawan juga perlu dilakukan secara serius. Jika tidak ditangani sejak dini, peningkatan kasus DBD Buleleng berpotensi berkembang menjadi kejadian luar biasa (KLB).

Baca juga: Hari Besar! Hari Ini 3 November Diperingati Sebagai Hari Kerohanian Nasional!

Data Kasus DBD di Buleleng

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Buleleng hingga awal April 2026, tercatat sebanyak 109 kasus demam berdarah dengue. Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Sucipto, menyebutkan bahwa sebagian besar penderita berasal dari kelompok usia produktif 15–44 tahun dengan persentase sekitar 42,2 persen.

Selain itu, kasus juga banyak ditemukan pada anak usia 5–14 tahun sebesar 33 persen. Sementara kelompok usia di atas 44 tahun tercatat sekitar 11 persen. Bahkan beberapa kasus juga terjadi pada bayi di bawah satu tahun dan anak usia 1 hingga 4 tahun.

Melihat tren tersebut, pemerintah daerah berharap masyarakat dapat lebih aktif menjaga kebersihan lingkungan agar kasus DBD Buleleng dapat ditekan dan tidak terus meningkat setiap tahunnya.