nomadiqshelters.com – Kabar duka datang dari Desa Kubutambahan, Buleleng, pada Kamis (9/7/2026). Niat hati ingin rehat sejenak setelah bergelut dengan tanah dan batu, seorang buruh gali sumur justru mengalami musibah yang bikin nyesek. Nyoman Sutama, pria yang sedang berjuang mencari nafkah, harus menghembuskan napas terakhirnya setelah mengalami kecelakaan kerja yang fatal di dasar sumur.
Read More : Tempat Wisata Di Buleleng
Peristiwa yang bikin geger warga Banjar Dinas Kajekangin ini bener-bener jadi pengingat buat kita semua, kalau keselamatan kerja itu nomor satu. Enggak ada yang menyangka kalau sore itu bakal jadi momen terakhir korban bekerja.
Kronologi Kejadian, Niat Istirahat Berujung Duka
Semuanya bermula sekitar pukul 14.30 Wita. Sutama dan empat rekan kerjanya lagi all out ngerjain proyek penggalian sumur. Seperti biasa, pembagian tugasnya jelas: Sutama jadi “eksekutor” yang turun ke bawah, sementara tiga temannya siaga di atas buat memantau keadaan dan narik hasil galian.
Setelah kurang lebih satu jam kerja keras, Sutama merasa tenaganya sudah terkuras dan butuh recharge. Dia pun memutuskan buat naik ke permukaan buat istirahat. Tapi, takdir berkata lain. Saat lagi memanjat, diduga kuat tangannya terpeleset. Byur! Dia jatuh kembali ke dasar sumur yang dalamnya mencapai 12 meter. Kejadiannya cepet banget, bikin teman-temannya yang di atas kaget setengah mati.
Upaya Penyelamatan yang Menegangkan
Melihat rekannya jatuh tak sadarkan diri di dasar sumur, teman-teman Sutama langsung panik dan berusaha ngasih pertolongan sebisa mungkin. Namun, karena medannya yang cukup dalam dan berbahaya, mereka nggak bisa asal ambil tindakan. Akhirnya, kejadian ini langsung dilaporkan ke pihak Polsek Kubutambahan.
Gerak cepat pun dilakukan. Polisi langsung koordinasi sama tim Damkar dan tim penyelamatan buat evakuasi. Proses evakuasi ini nggak gampang, butuh waktu sekitar 40 menit sampai akhirnya jasad Sutama bisa diangkat ke permukaan. Suasana di sekitar lokasi pun mendadak mencekam dan penuh duka.
Hasil Pemeriksaan Medis, Luka Fatal Jadi Penyebab
Setelah berhasil dievakuasi, tim medis dari Puskesmas Kubutambahan I langsung gercep buat melakukan pemeriksaan luar. Kapolsek Kubutambahan, AKP Ketut Budayana, mewakili Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman, menjelaskan detail kondisi korban yang bikin merinding.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban mengalami luka parah di bagian kepala, yaitu luka robek sepanjang 15 sentimeter di kepala bagian belakang, luka pada area kepala belakang, serta lecet di dahi dan hidung. Yang lebih fatal, Sutama diduga mengalami patah leher akibat benturan keras saat jatuh. Sayangnya, nyawa korban nggak bisa diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Baca juga: Kejari Buleleng Makin Keren! Bikin Klub Motor Sampai Tenis Meja Buat Perkuat Sinergi
Pelajaran Penting, Safety First ya!
Kejadian Buruh Gali Sumur ini murni kecelakaan kerja, ya. Hasil olah TKP sudah klir, polisi mastiin kalau ini murni kecelakaan kerja, nggak ada unsur kriminal sama sekali. Setelah kelar diperiksa, jenazah langsung dibawa ke rumah duka buat disemayamkan dan diserahin ke pihak keluarga.
Musibah ini bener-bener jadi wake-up call buat kita semua, khususnya buat para pekerja lapangan. Pekerjaan dengan risiko tinggi kayak gini menuntut standar keselamatan yang ketat banget. Jangan pernah ngeremehin perlengkapan safety, tali pengaman, atau prosedur standar saat naik-turun lubang yang dalam.
Nyawa itu cuma satu, jangan sampai kelalaian atau kondisi yang kurang mendukung jadi penyebab kita kehilangan orang tersayang. Semoga almarhum Nyoman Sutama diberikan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Rest in peace, Pak Sutama. Semoga kejadian serupa nggak terulang lagi di masa depan. Tetap waspada dan utamakan keselamatan di mana pun kalian berada ya!

