nomadiqshelters.com – Siapa sangka, rutinitas pagi yang tenang bisa berubah jadi mimpi buruk dalam sekejap? Sebuah insiden kebakaran hebat baru saja mengguncang warga di Banjar Dinas Kelod Kauh, Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali. Toko sembako yang biasanya ramai dikunjungi pembeli, kini tinggal puing-puing setelah dilalap si jago merah pada Selasa, 7 Juli 2026 pagi.
Read More : Biar Nggak Salah Jalan, Advokat Baru PERADI Singaraja Dikasih โBekalโ Penting
Kejadian ini bener-bener jadi pengingat buat kita semua supaya ekstra waspada sama hal-hal kecil di rumah. Yuk, simak terus artikel ini sampai habis.
Kronologi Kejadian, Bara Dupa Jadi Petaka
Semuanya bermula sekitar pukul 08.00 Wita. Pemilik toko, Ibu Kadek Ayu (57), seperti biasa melakukan ritual persembahyangan di dalam tokonya. Ada empat titik pelinggih yang ia kunjungi pagi itu. Setelah selesai, ia pun beraktivitas seperti biasa dan memutuskan untuk meninggalkan toko sejenak menuju rumahnya.
Nah, apesnya, dupa yang digunakan untuk sembahyang tadi ternyata masih menyala. Tanpa disadari, bara dupa yang tersisa itu menjadi sumber petaka. Hanya dalam waktu singkat, sekitar 30 menit kemudian, tepatnya pukul 08.30 Wita. Tetangga sekitar geger melihat kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi dari arah toko tersebut. Ternyata, api sudah merembet cepat ke barang-barang dagangan yang mudah terbakar.
Warga Panik, Damkar Sigap Bertindak
Begitu tahu tokonya terbakar, Ibu Kadek Ayu langsung lari terbirit-birit menuju TKP. Tapi apa daya, api sudah terlalu besar dan melahap hampir seluruh isi toko. Warga sekitar pun nggak tinggal diam. Mereka berusaha sekuat tenaga memadamkan api secara manual pakai air PDAM seadanya. Tapi karena angin dan banyaknya barang mudah terbakar, api justru makin mengamuk.
Untungnya, Kepala Dusun setempat sigap melapor ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng. Tim Damkar yang menerima laporan pukul 09.10 Wita langsung meluncur ke lokasi. Perjuangan mereka patut diacungi jempol! Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Buleleng, Gede Arya Suardana, menjelaskan kalau proses pemadaman berlangsung selama 1 jam 11 menit. Sebanyak tiga tangki air habis dikerahkan sampai akhirnya api benar-benar dijinakkan.
Kerugian Fantastis dan Fakta Mengejutkan
Setelah api padam, tim Inafis dan Unit Reskrim Polsek Sukasada langsung gercep melakukan olah TKP. Hasilnya? Dugaan sementara memang berasal dari kelalaian bara dupa yang ditinggalkan. Berikut adalah rincian dampaknya yang bikin geleng-geleng kepala:
- Total Kerugian: Fantastis, mencapai kurang lebih Rp 300 juta!
- Barang yang Hangus: Seluruh stok sembako, perlengkapan sembahyang, pakaian, sampai uang tunai Rp 1,2 juta yang ada di laci kasir ikut jadi abu.
- Kondisi Bangunan: Ukuran toko 9 x 10 meter. Syukurnya, karena dinding dan atapnya beton, bangunan utama nggak sampai roboh.
- Korban Jiwa: Nihil. Nggak ada korban jiwa dalam insiden ini, yang mana jadi satu-satunya hal yang patut disyukuri.
Yang makin bikin miris, ternyata ini bukan kali pertama toko milik Ibu Kadek Ayu terbakar. Sekitar enam bulan lalu, tepatnya Desember 2025, Toko Sembako ini juga sempat mengalami kebakaran serupa. Bedanya, dulu penyebabnya diduga korsleting listrik dan untungnya api bisa segera dipadamkan sebelum meluas. Tapi kali ini, musibah datang lebih besar hingga menghanguskan seluruh isi toko.
Baca juga: Heboh! Siswi SD di Buleleng Nggak Sekolah Setahun Lebih, Ini yang Terjadi
Pelajaran Berharga, Jangan Remehkan Hal Kecil
Musibah di Toko Sembako ini bener-bener jadi pelajaran mahal buat kita semua, ya. Seringkali kita ngerasa “ah, cuma dupa sebentar saja ditinggal,” atau “kabel stopkontak nggak dicabut nggak masalah.” Nyatanya, hal-hal kecil kayak gitu bisa jadi pemicu kebakaran yang nggak main-main dampaknya.
Buat temen-temen yang punya usaha atau bahkan di rumah sendiri, yuk mulai lebih aware! Pastikan dupa, lilin, atau peralatan listrik benar-benar sudah mati total sebelum meninggalkan ruangan, apalagi meninggalkan rumah dalam durasi yang cukup lama. Jangan sampai kejadian tragis di Desa Panji ini terulang lagi di tempat lain. Tetap waspada dan jangan lupa, utamakan keselamatan ya!

